Jumat, 26 November 2010

Membuat Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae)

Agar terlihat profesional dan menarik, ada beberapa hal yang hendaknya diperhatikan dalam membuat curriculum vitae (CV):
Gunakan kertas putih polos

CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar).
Status perkawinan

Cantumkan status perkawinan (single, married, atau divorced).
Foto terbaru

Lampirkan pas foto terbaru. Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi (jas lengkap dengan dasi).
Referensi

Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi untuk menanyakan hal-hal penting seputar diri anda (biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya).
Pekerjaan yang diinginkan

Selalu cantumkan jenis pekerjaan yang anda inginkan. Jangan menulis bahwa anda siap bekerja dalam posisi apa saja karena akan memberi kesan bahwa anda adalah pekerja serabutan. Tuliskan saja spesialisasi anda.
Format standar surat resmi

Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Times New Roman.
Pengalaman kerja

Cantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan anda pada perusahaan sebelumnya (bukan nama perusahaannya) sebanyak-sebanyaknya tiga perusahan terakhir, berikut pangkat dan jabatannya.
Pengalaman lain yang menunjang

Cantumkan pengalaman atau organisasi yang berhubungan dengan spesialisasi anda. Jika anda adalah seorang spesialis bidang kimia, maka pengalaman sebagai juara I lomba melukis atau pejabat ketua senat tidak perlu dicantumkan.
Identitas

Cantumkan identitas anda dengan jelas.


Format resume atau curriculum vitae di setiap negara berbeda-beda. Hal ini tampaknya dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan dan pandangan politik di setiap negara yang berbeda-beda pula. Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (AS) tidak perlu mencantumkan foto, agama, status perkawinan dan umur, karena hal itu dianggap sangat pribadi.

Perusahaan tidak meminta pencantuman keterangan-keterangan seperti itu karena bisa dianggap melakukan ‘early prejudice’. Di AS perusahaan tidak boleh melakukan diskriminasi dalam penerimaan pegawai, baik diskriminasi atas ras, umur, status maupun agama. Sedangkan di Singapura, kadang dalam resume diminta mencatumkan keterangan ras.


Bookmark and Share

Kamis, 25 November 2010

MENJADI KARYAWAN YANG DIPERHITUNGKAN

Menjadi karyawan yang diperhitungkan dalam perusahaan tentu menimbulkan kebanggaan tersendiri bagi para profesional, termasuk Anda. Namun untuk menjadi orang yang diperhitungkan, tidaklah semudah menyelesaikan pekerjaan Anda sehari-hari.

Kepandaian Anda dalam bekerja ternyata bukanlah satu-satunya jaminan bahwa Anda akan menjadi orang yang diperhitungkan dan berhasil dalam karir. Dibutuhkan strategi yang lebih dari sekedar pintar dan pandai menyelesaikan pekerjaan. Strategi tersebut adalah ‘menonjolkan’ kemampuan Anda. Coba Anda perhatikan, hanya orang-orang yang mampu menunjukkan dan menonjolkan kemampuannya lah yang bisa meraih sukses dalam karir.

Apalagi jika Anda bekerja di perusahaan besar, jika ingin maju? Anda harus pintar-pintar menonjolkan? kemampuan Anda. Karena, semakin besar perusahaan tempat Anda bekerja, umumnya semakin sulit untuk mendapatkan perhatian dari perusahaan. Keberhasilan Anda di unit kerja, seringkali tidak cukup untuk menarik perhatian perusahaan secara khusus. Nah, hanya orang-orang yang menonjollah yang akan mendapat perhatian khusus dari perusahaan.

Untuk menjadi orang yang menonjol dan diperhitungkan caranya jangan hanya mengerjakan tugas-tugas khusus yang diberikan pada Anda. Memang, kadang akan lebih nyaman jika mengerjakan tugas khusus yang itu-itu saja dari hari ke hari. Karena Anda akan terhindar dari beban ekstra dan resiko kegagalan yang lebih berat. Tetapi bila ingin menonjolkan kemampuan, tentu saja sikap semacam ini harus segera dirubah. Untuk itu setiap kali ada kesempatan, jangan sia-siakan. Misalnya mencoba berpartisipasi dalam proyek-proyek khusus atau tugas apa saja yang dipantau langsung oleh pihak manajemen perusahaan, baik yang terlihat maupun tidak.

Kadang perusahaan memiliki proyek atau kegiatan yang belum terjamah? karena tidak ada yang bisa menanganinya, sehingga proyek itu tertunda sampai beberapa lama. Kalau ingin menonjolkan diri, tidak ada salahnya Anda mengajukan diri untuk menangani proyek tersebut. Tentu saja, Anda harus meyakinkan perusahaan bahwa Anda mampu mengerjakan dan menyelesaikan proyek itu. Kemudian Anda harus membuktikan keyakinan Anda dengan menunjukkan hasil kerja yang menggembirakan.

Contoh lainnya, Anda dapat mengusulkan metode atau prosedur kerja yang lebih baik tanpa menunggu perintah dari atasan. Bila telah selesai, jangan ragu untuk menunjukkan atau melaporkan hasil kerja Anda pada atasan atau kepada pihak manajemen. Dengan catatan tetap sesuai dengan prosedur di perusahaan. Jangan lupa untuk memperkuat laporan Anda dengan hasil nyata.

Kerja Lowongan Selanjutnya jangan berhenti untuk mencari dan menerima tanggung jawab yang lebih besar! Konsekuensinya beban kerja Anda memang jadi lebih besar, tetapi beban kerja yang lebih besar tidak selalu berarti pekerjaan semakin banyak. Jumlah tugas Anda bisa jadi tetap sama, hanya bebannya yang lebih berat dari sebelumnya. Sehingga tanggung jawab Anda terhadap pekerjaan itu pun semakin besar. Selain itu jangan berhenti untuk meningkatkan peran dalam kelompok sampai akhirnya Anda dipercaya untuk mengepalai atau memimpin suatu proyek atau pekerjaan.

Bookmark and Share


Korban PHK 2009 capai 1 juta orang

JAKARTA: Korban pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2009 diperkirakan mencapai 1 juta orang, sehingga pemerintah harus mempercepat penyaluran dana stimulus pembenahan infrastruktur dan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri yang dijanjikan lebih dari Rp100 triliun.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan percepatan penyaluran dana stimulus itu akan dapat menyerap tenaga kerja korban PHK.

“Kami minta pemerintah mempercepat stimulus dana infrastruktur Rp100 triliun, PNPM Mandiri, kredit usaha rakyat dan lainnya agar ketika kami nanti mengenakan PHK, bisa langsung ditampung pemerintah,” tuturnya pada acara Tinjauan Ekonomi 2008 dan Perspektif 2009 di Jakarta kemarin.

Perlambatan laju pertumbuhan ekonomi pada tahun depan, sebagai dampak krisis ekonomi global, akan memaksa pengusaha menurunkan kapasitas produksi 20%-30%, sehingga PHK tidak dapat dihindari.

Apindo memperkirakan korban PHK mencapai 500.000 orang-1 juta orang pada tahun depan. Korban PHK hingga akhir 2008 diperkirakan 100.000 orang yang berasal dari berbagai sektor, khususnya padat karya.

Perkiraan Apindo itu jauh lebih besar dibandingkan dengan data hasil pemantauan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang menyebutkan korban PHK hingga 12 Desember sebanyak 17.488 orang.

“Kami mulai mengurangi tenaga kerja per 1 Januari 2009. Yang pertama terkena PHK adalah buruh kontrak.”

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno menyebutkan PHK akan menjadi opsi terakhir, karena pengusaha harus membayar pesangon.

“PHK sudah berjalan. Di industri tekstil terjadi penurunan 10% dari tenaga kerja yang diserap 1,2 juta orang. Tahun depan paling sedikit mengurangi 70.000-80.000 orang,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan pengurangan karyawan di industri sepatu tahun depan mencapai 30.000 orang.

Gelombang PHK tahun depan juga diperkirakan berasal dari industri konstruksi, yang mengurangi 30% dari 15 juta pekerja, industri kayu, perkebunan terutama kelapa sawit sebanyak 100.000-300.000 orang.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sinduwinata dan Ketua Regulasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani mengungkapkan industri otomotif dan makanan-minuman mengantisipasi dampak krisis dengan mengurangi jam kerja, menghapus lembur, hingga efisiensi di sejumlah lini.

Sofjan berharap dapat menghapus ekonomi biaya tinggi dan mendukung langkah pengusaha mengamankan pasar domestik melalui proteksi dengan implementasi kebijakan pembatasan produk impor, mulai 1 Januari 2009.

“Kami minta pemerintah melibatkan kami, agar kebijakan bisa langsung tepat sasaran. Sekarang kami belum diajak bicara satu meja. Kami tidak minta insentif macam-macam dari pemerintah, yang penting bagaimana sinergi antara dunia usaha dan pemerintah,” paparnya.

Simulasi krisis

Kerja Lowongan Gubernur Bank Indonesia Boediono, yang ditemui di sela-sela rapat simulasi krisis ekonomi bersama Menteri Keuangan, mengatakan pemerintah dan bank sentral tengah bersiaga menghadapi perlambatan ekonomi dengan melakukan simulasi penanganan krisis ekonomi, menyusul gagalnya Perppu Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) menjadi undang-undang.

“Betul ekonomi kita akan melambat. Kita harus siap-siap semoga tidak terlalu anjlok.”

Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan simulasi guna mengantisipasi krisis sehingga, baik otoritas fiskal maupun otoritas moneter, tidak gamang ketika menghadapinya.

Bookmark and Share

Karyawan yang dibutuhkan perusahaan

Menjadi karyawan yang dibutuhkan dalam perusahaan tentu menimbulkan kebanggaan tersendiri bagi para profesional, termasuk Anda. Namun untuk menjadi orang yang dibutuhkan, tidaklah semudah menyelesaikan pekerjaan Anda sehari-hari. Jadi karyawan yang dibutuhkan perusahaan, bank, PT, atau perusahaan telekomunikasi tidaklah mudah. Harus memiliki skill yang tinggi. 

Kerja Lowongan Kepandaian Anda dalam bekerja ternyata bukanlah satu-satunya jaminan bahwa Anda akan menjadi orang yang diperhitungkan dan berhasil dalam karir. Dibutuhkan strategi yang lebih dari sekedar pintar dan pandai menyelesaikan pekerjaan. Strategi tersebut adalah ‘menonjolkan’ kemampuan Anda. Coba Anda perhatikan, hanya orang-orang yang mampu menunjukkan dan menonjolkan kemampuannya lah yang bisa meraih sukses dalam karir dan memenangkan persaingan dalam mencari lowongan kerja atau lowongan pekerjaan di koran dan internet.

Bookmark and Share

Jurusan Perkuliahan tak menentukan Pekerjaan

ahukah anda bahwa di era globalisasi kali ini jurusan kuliah anda tidak menentukan pekerjaan anda. Bahkan jika anda kuliah di fak. pertanian tidak menutup kemungkinan anda untuk mencoba lowongan kerja di Bank, Hotel, Sekretaris, PNS dan lain sebagainya.
Kerja Lowongan Mengapa hal ini terjadi ? Ya hal ini terjadi dikarenakan saat kuliah kita tidak diberikan skill dan kemampuan kerja di bidang kita tapi lebih kebanyakan adalah menyeluruh. Memang seumpama pertanian fakultasnya, pertanian-lah yang dipelajari. Tapi nanti dulu, dalam bidang pertanian dipelajari juga ilmu menghitung dan lain-lain. Jadi fakultas perikanan, pertanian dan lain-lain itu ga harus kerja dibidang itu. Untuk saat ini diluar bidang itu pun bisa untuk kerja, asal anda punya skills yang dibutuhkan perusahaan itu, untuk masalah jurusan kuliah saya kira kok ga ada masalah. selama kita mau mencoba hal baru dibidang kerja apapun pasti ada kesempatan untuk sukses dalam berkarier, bahkan sukses dalam hidup pun kita akan raih bila kita mau mencoba hal-baru dan berani mencoba tantangan didalam hidup, jangan takut untuk salah yang terpenting percaya diri bila kita yakin. niat, mencoba, dan semangat itulah kunci sukses

Bookmark and Share

Sikap kita saat pertama masuk kerja

Setelah sekian lama kita cari bursa lowongan kerja dan bursa karir yang saya rasanya tidak mudah untuk mendapatkannya dan memenangkan lowongan kerja tersebut. Namun perjuangan anda tidak sampai disitu saja. Kerja Lowongan Mau anda seorang sekretaris, kerja di bidang pemasaran dan sebagainya tetap saja anda harus namanya adaptasi saat pertama kali masuk kerja. Bagaimana caranya adaptasi dengan rekan sekerja saat pertama kali bekerja ? ini dia tipsnya !!
1. Hari pertama kenalan dulu dengan semua teman sekantor.
2. Pahami apa yang akan anda kerjakan disana.
3. Jika ada yang tidak paham tanya atasan atau teman kerja yang lebih mengerti.
4. Selesaikan pekerjaan anda dengan baik agar atasan anda puas.
Itulah sedikit tips dari saya tentang bagaimana adaptasi dengan lingkungan kerja baru. Terima kasih atas perhatiannya.

Bookmark and Share



Tinggalkan Kebiasaan Menunda Pekerjaan!

Sewaktu kuliah, menunda mengerjakan tugas dari dosen bisa dibilang adalah hal biasa. Dari mulai mengerjakan tugas semalam sebelumnya, menyontek tugas teman, menyuruh teman untuk membuatkan, sampai sama sekali tidak dikerjakan bila rasa malas telah menghampiri.
 
Kerja Lowongan Di dunia kerja, kondisi seperti ini pastinya tidak akan memperoleh toleransi. Setiap individu mempunyai tanggung jawab terhadap pekerjaannya. So, jangan harap kita dapat duduk santai kemudian melemparkan tanggung jawab kepada rekan kerja di kantor.
Agar kita dapat menyelesaikan tugas tepat waktu dengan deadline yang sudah ditentukan, mulailah dengan membuat skala prioritas serta batas waktu untuk kita sendiri. Bila di waktu proses penyelesaian tugas kita merasa jenuh atau belum berhasil menemukan ide yang cocok, tidak salah kok meninggalkan pekerjaan sebentar untuk mendapatkan inspirasi dengan melakukan aktivitas yang kita senangi, misalnya cuci mata di mal, mendengarkan radio, atau pergi ke bioskop.

Bookmark and Share